Senin, 12 November 2012

Demonstrasi Massa Pendukung Calon Bupati di Pamekasan Ricuh

Demonstrasi Massa Pendukung Calon Bupati di Pamekasan Ricuh

| oleh Tim Liputan 6 SCTV
Posted: 12/11/2012 18:53
 
 
Demonstrasi Massa Pendukung Calon Bupati di Pamekasan Ricuh
(ilustrasi)
Liputan6.com, Pamekasan: Ribuan pendukung pasangan Calon Bupati Achmad Syafiih dan Holil Asyari yang gagal verifikasi berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Pamekasan, Jawa Timur, Senin (12/12/2012). Massa memprotes keputusan KPUD yang tidak meloloskan jagoan mereka.

Dalam orasinya, pendemo menyatakan tidak terima karena nama pasangan Achmad dan Holil dicoret KPUD
Pamekasan. KPUD beralasan nama calon wakil bupati Holil Asyari tidak sama dengan yang tertera di surat pengunduran diri sebagai Ketua DPRD Pamekasan yakni Halil.

Massa yang emosi mendobrak pintu masuk
halaman DPRD yang dijaga tiga pleton Brimob Polda Jawa Timur. Tiga mobil pendemo juga memaksa masuk menerobos barikade aparat. Petugas akhirnya mengijinkan ketiga mobil tersebut masuk ke halaman gedung dewan menghindari bentrokan. Namun, massa yang terus merangsek masuk ke gedung dewan dihalau petugas. Aksi dorong antara kedua kubu tak bisa dihindari. Sebagian pendemo melempari polisi dengan botol air kemasan.
»»  READMORE...

Syafii : Pantang Mundur Karena Kita Didlolimi KPU

Syafii : Pantang Mundur Karena Kita Didlolimi KPU

Tanggal : 12-11-2012
Syafii : Pantang Mundur Karena Kita Didlolimi KPU KARIMATA FM-Madura, Pamekasan : Ahmad Syafii, bakal calon bupati (Bacabub) Pamekasan yang telah dicoret oleh KPU Kabupaten Pamekasan saat ini masih mencari keadilan karena merasa didzolimi oleh KPU Kabupaten Pamekasan. Ia bersama timnya melaporkan ketua KPU bersama seluruh komisioner KPU, kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN) serta ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Syafii, upaya mencari keadilan ini dilakukan demi masyarakat Pamekasan dan para pendukungnya yang menginginkan perubahan di Pamekasan. Ia yakin, masyarakat Pamekasan sudah tahu dan bisa menilai proses penetapan cabub-cawabub yang dinilai sangat jauh dari nilai-nilai keadilan dan demokratis.

“Tentunya kita akan terus berjuang sampai kapan pun, upaya hukum akan tetap ditempuh agar tidak selalu didholimi. Kita adalah korban ketidakadilan dan oleh karenanya keadilan itu harus diperjuangkan,” katanya.

Maka dari itu, Syafii mengajak massa pendukungnya agar tidak berhenti berjuang karena perjuangan belum berakhir dan akan terus berlanjut. Dalam proses hukum yang saat ini masih ditempuh, Syafii mengajak para pendukungnya untuk terus melakuan konsolidasi karena jika tidak akan semakin dirugikan.

“Saya hanya mengucapkan  banyak terima kasih kepada para pendukung dan masyarakat Pamekasan, untuk terus berjuang melawan kedholiman,” tegasnya.

Sedangkan kepada aparat penegak hukum, Syafii meminta agar objektif melihat fakta-fakta hukum dalam menegakkan hukum bagi masyarakat Pamekasan. Demikian juga, KPU Propinsi hingga KPU pusat diharapkan sama-sama bergerak dalam upaya menegakan keadilan. termasuk dukungan Panwaslu hingga Bawaslu sangat diharapkan dalam upaya menegakkan kebenaran. (fauzi/zil/karimatafm.com)
»»  READMORE...

Ribuan Massa Minta Pecat KPU Dan Bupati Pamekasan

Ribuan Massa Minta Pecat KPU Dan Bupati Pamekasan

Tanggal : 12-11-2012
KARIMATA FM-Madura, Pamekasan : Ribuan massa pendukung pasangan Cabub-Cawabub Ahmad Syafii-Kholil Asyari (ASRI), Senin (12/11) berunjukrasa ke Kantor DPRD Pamekasan. Mereka minta untuk menganulir keputusan KPU yang mencoret pasangan ASRI sebagai cabub-cawabub Pamekasan pada Pilkada 2013 mendatang.

Aski massa pendukung ini dimotori para ulama, seperti KH. Mohammad Syamsul Arifin dari Darul Ulum Banyuanyar, KH. Abdul Gafur Al-Mujtamak pamekasan, KH. Makmun serta K. Alawi Fakih. Kehadiran para ulama ini untuk memberi kesejukan kepada massa pendukung agar tidak berbuat anarkis.

Dalam aksi kali ini, KH. Mundzir Kholil juru bicara ulama, meminta DPRD segera mendesak KPU Kabupaten Pamekasan untuk mencabut hasil penetapan cabub-cawabub yang meloloskan pasangan Kholilurrahman-Masduki (Kompak ) dan Anwari Kholil-Kholil (AHO) karena dinilai cacat hukum, dan telah mendzolimi pasangan ASRI.

Mereka juga meminta DPRD segera membentuk tim khusus untuk merekomendasikan pemecatan Kholilurrahman sebagau Bupati Pamekasan karena dinilai tidak memiliki ijazah SD/MI. DPRD juga diminta segera berkirim surat kepada DKPP untuk memecat ketua KPU beserta komisionernya serta memproses secara hukum.

“Penyelenggaraan Pilkada di Pamekasan jauh dari rasa adil bahkan KPU telah mengambil keputusan ekstrim yang merugikan pasangan lain. Saya minta DPRD segera merekomendasikan agar memecat semua anggota KPU dan sekaligus memecat bupati pamekasan,” kata Mundzir Kholil.

Menanggapi hal itu, Halili, Plt ketua DPRD Pamekasan menyatakan akan menindaklanjuti tuntutan massa ASRI itu, sesuai prosedur yang berlaku di DPRD. Ia tidak bisa mengambil keputusan sepihak, karena legalitas keputusannya tidak sah tanpa melibatkan unsur pimpinan DPRD yang saat itu berhalangan hadir.

“Kita akan segera membahas bersama pimpinan DPRD dan kepastiannya diupayakan Rabu mendatang sudah bisa diumumkan kepada masyarakat,” jelasnya.

Semenara itu KH. Syamsul Arifin, berkeyakinan pasangan ASRI bisa ditetapkan sebagai Cabub-Cawabub pada Pilkada 2013 mendatang. Apalagi, ASRi didukung para ulama yang tidak hanya mengaku-ngaku ulama.

“Saya yakin ASRI akan lolos karena didalamnya banyak ulama yang telah mendukungnya. Selama ini dikatakan tidak didukung ulama karena mereka memang tidak mengaku-ngaku ulama,” ujarnya. (fauzi/zil/karimatafm.com)
»»  READMORE...

Tim Advokasi ASRI Bagi Tugas Lawyer Untuk Proses Hukum

Tim Advokasi ASRI Bagi Tugas Lawyer Untuk Proses Hukum

Tanggal : 12-11-2012
Tim Advokasi ASRI Bagi Tugas Lawyer Untuk Proses Hukum KARIMATAFM – Madura, Pamekasan: Berbeda dengan pendukung pasangan Cabup-Cawabup ASRI (Achmad Syafii – Kholil As’ari) yang menggelar aksi demo, Tim Advokasi ASRI menempuh calur hukum dan tidak peduli Pilkada di undur atau terjadi mungkin perubahan jadwal tahapan.  Demikian disampaikan Heru Budi Prayitno Ketua Tim Advokasi ASRI kepada radio karimata FM senin (12/11) pagi.

“Kami sekarang sedang menyusun agenda tuntutan kami ke berbagai pihak, informasi lengkapnya, satu atau dua hari ini ya,” ujar Heru melalui telpon selulernya.

Heru Budi bilang, untuk memaksimalkan tugas dalam proses hukum itu Tim Advokasi sudah membentuk tim-tim khusus yang akan bekerja sesuai dengan rancangan yang disiapkan termasuk proses hukum melalui PTUN, DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) dan MK (Mahkamah Konstirusi).


Tidak peduli kami dengan jadwal tahapan Pilkada, yang jelas kami akan bekerja maksimal mencari keadilan ini, bisa jadi pilkada tertunda,” Kata Heru.

Sementara di waktu yang hampir bersamaan, ribuan pendukung ASRI menggelar aksi di depan Kantor DPRD Pamekasan, menyampaikan aspirasi soal tindakan tidak adil dari KPU serta meminta DPRD untuk mengevaluasi eksintesi KPU dengan mengirimkan surat kepada BKPP (Badan Kehormatan Penyelenggara Pemilu).

Kami berharap usulan kita bisa di terima dan segera dikeluarkan ketetapan hukum, sehingga kita sudah membagi tugas dari para lawyer menghadapi persoalan hukum tersebut,” papar Heru Budi Prayitno. (Hendra/karimatafm.com)
Caprion : Demo pendukung ASRI di jalan Kabupaten Pamekasan menuju Kantor DPRD (insert: Heru Budi P). (Foto: Doc Pribadi)
»»  READMORE...

Dicoret KPU, Ribuan Massa Ngeluruk DPRD Pamekasan

Dicoret KPU, Ribuan Massa Ngeluruk DPRD Pamekasan

Tanggal : 12-11-2012
Dicoret KPU, Ribuan Massa Ngeluruk DPRD Pamekasan KARIMATAFM – Madura, Pamekasan: Ribuan pendukung pasangan Bacabup ASRI (Achmad Syafii dan Kholil As’ari) Senin (12/11) pagi menggelar aksi demo ke DPRD Pamekasan. Demo itu terkait kekecewaan dan dugaan adanya ketidaknetralan KPUD Pamekasan dengan mencoret nama pasangan ASRI.

Sebelumnya berkembang isu aksi akan di tujukan ke KPUD, namun karena ketatnya pengamanan dari Polres dan Brimob aksi di alihkan ke DPRD.

Kasubag Humas Polres Pamekasan AKP Siti Maryatun menjelaskan massa pendemo tersebut berdasarkan surat pemberitahuan diikuti sekitar 20 ribu orang. Massa berkumpul di Monumen Arek Lancor dan bergerak ke kantor DPRD Pamekasan Jalan Kabupaten. Polisi sudah bersiaga dengan personel gabungan Polres dan Brimob lebih dari 2 SSK (satuan setingkat Kompi).

Berdasar pantauan Fauzi Ahmad Reporter Karimata FM dilapangan, ribuan massa bergerak dari monumen Arek Lancor menuju kantor DPRD Pamekasan Jalan Kabupaten Pamekasan. Orasi langsung dan selebaran di sebar dan di pampangkan sepanjang jalan.

“Usut juga ijasah bupati Pamekasan, KPU Pamekasan tidak netral,” teriak Demonstran.

Massa juga membawa replika keranda jenasah, sebagai simbul matinya demokrasi di Pamekasan. Bukan hanya laki-laki tapi juga wanita serta anak-anak nampak ikut dalam aksi tersebut. Aksi tersebut nyaris terjadi bentrok karena demonstran sempat memprovokasi anggota Polres dan Brimob dengan melemparkan botol plastik minum ke petugas.

Demo politik ini didukung oleh LSM Kompas ( Koalisi Masyarakat dan Masyarakat Pamekasan) serta sejumlah santri dari berbagai pondok pesantren. Termasuk kehadiran Kyai Haji Syamsul Arifin sebagai salah satu kyai besar dari Ponpes Banyuanyar Pamekasan juga hadir memberikan dukungan moral terhadap aksi menyingkap kebenaran, dan keadilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan yang dinilai mencidrai demokrasi.

Perwakilan pengunjuk rasa akhirnya ditemui sejumlah petinggi di DPRD Pamekasan. Meski sudah dilakukan pertemuan, sejumlah demonstran masih terlihat berkumpul di pinggir jalan kabupaten Pamekasan. (Fauzi/Hen/karimatafm.com)
Caption: Sejumlah Demonstran berjalan di jalan Kabupaten menuju kantor DPRD Pamekasan sambil membawa poster kecaman terhadap KPU Pamekasan
. (Foto: Fauzi Karimatafm.com)
»»  READMORE...

Tim Pasangan Cabub-Cawabub ASRI Akan Menempuh Jalur Hukum

Tim Pasangan Cabub-Cawabub ASRI Akan Menempuh Jalur Hukum

Tanggal : 10-11-2012
Tim Pasangan Cabub-Cawabub ASRI Akan Menempuh Jalur Hukum KARIMATAFM-MADURA, Pamekasan : Tim pemenangan pasangan Cabub-Cabub Pamekasan Ahmad Syafii-Kholil Asyaari (Asri), pikir-pikir untuk melakukan upaya hukum, menyusul pencoretan nama pasangan itu. Beberapa upaya yang akan dilakukan diantaranya akan menuntut keadilan kepada Pengadilan Tata Usaha  Negara (PTUN), melaporkan ke Dewan Kehormatan KPU, serta upaya hukum lainnya.

Heru Budhi Prayitno, ketua tim advokasi ASRI didampingi sejumlah pengurus Parpol pengusung mengaku kecewa, karena KPU tidak professional dan berpihak pada salah satu pasangan calon. Indikasinya, KPU menolak kelengkapan berkas pasangan Asri dan menerima kelengkapan Kholilurrahman-Masduki (Kompak), meski setelah masa penyempurnaan berkas ditutup.

“Ini kan tidak fair, kami menyerahkan berkas tanggal 2 ditolak oleh KPU, sedangkan KOMPAK diterima tanggal 8 berdasar penerbitan surat  pengganti ijazah M. Cholil,” katanya.

Heru juga menilai, alasan KPU mencoret pasangan ASRI tidak berdasar, karena nama Kholil Asyari dan Halil, satu orang, berdasar putusan pengadilan negeri (PN) Pamekasan. Selain itu, perbedaan nama itu tidak perlu dipersoalkan karena sudah dikuatkan pernyataan Gubernur Jatim Soekarwo, bahwa dua nama itu tidak masalah. KPU juga dinilai melebihi kapasitas dan kewenangannya karena menggugurkan surat penetapan PN atas perbedaan nama dalam surat pengunduran diri Khalil Asyari, ketua DPRD Pamekasan non aktif. Keberpihakan KPU juga nampak karena tidak mengusut perbedaan nama dalam Ijazah incumbent. Sehingga upaya hukum akan ditempuh sebagai pembuktian kebenaran kepada masyarakat.

“Semua jajaran diatas KPU akan kami laporkan. Termasuk semua proses hukum juga akan ami tempuh,” tegas Heru.

Sebelumnya, ketua KPU Kabupaten Pamekasan Mohammad Ramli, menyatakan, pasangan Cabub-Cawabub ASRI dicoret sebagai  karena tidak melengkapi persyaratan administratif. Yakni, isian form 7 tentang pengunduran dirinya sebagai ketua DPRD tidak cukup syarat karena terdapat perbedaan nama dalam surat pengunduran dirinya.

“Form 7 yang mereka serahkan tidak memenuhi syarat, karena namanya beda,” katanya. (Fauzi/ziel/karimatafm.com)

Caption :Heru Budhi Prayitno (tengah), tidak terima dengan keputusan KPU kabupaten Pamekasan.
foto;fauzikarimatafm.com
»»  READMORE...

Pleno KPU Pamekasan Coret Nama Pasangan ASRI

Pleno KPU Pamekasan Coret Nama Pasangan ASRI

Tanggal : 09-11-2012
Pleno KPU Pamekasan Coret Nama Pasangan ASRI
KARIMATA FM-Madura, Pamekasan : Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pamekasan dengan agenda penetapan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati preode 2013-2018 sudah selesai dilakukan, sekitar jam 22.00 Wib, Jumat (09/11). Dan hasilnya satu pasangan dinyatakan tidak lolos, yaitu pasangan Ahmad Syafii-Kholil As’ari (ASRI).

Pasalnya, dari hasil pleno KPU disebutkan, yang menjadi persoalan adalah karena terdapat perbedaan nama dari Kholil As’ari, antara nama yang mendaftar ke KPU sebagai calon wakil bupati dengan nama yang mengundurkan diri sebagai Ketua DPRD Pamekasan.

“Nama yang mendaftar ke KPU menggunakan nama Halil, sedangkan nama yang digunakan untuk mengundurkan diri sebagai Ketua DPRD adalah Kholil As’ari, itu tertera dalam form 7 dalam berkas pencalonan,” kata Muhammad Ramli, Ketua KPU Pamekasan, usai rapat pleno.

Menurut Ramli, selain itu juga ada beberapa persyaratan administrasi yang dinilai tidak lengkap dan bermasalah. Sehingga pihak KPU hanya menetapkan dua pasangan calon yakni Kholilurrahman-Masduki (KOMPAK) dan Anwari Kholil-Holil, SHI (AHO).

“Dan kalau memang ada masyarakat yang merasa dirugikan dan tidak puas dengan keputusan KPU, maka silakan untuk menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Sementara itu salah satu tim ASRI, Khairul Kalam mengaku tidak akan pernah menerima dengan keputusan KPU itu. Karena keputusan itu sangat janggal dan penuh rekayasa.

“Saya melihat KPU sudah tidak netral dengan proses pelaksanaan pilkada ini, dan oleh karenanya saya sangat kecewa dengan keputusan itu,” katanya.

Menurut Khairul Kalam, pihaknya hanya diberitahu bahwa pasangan calon ASRI didiskualifikasi dengan tanpa ada data pembanding dari pihak pasangan calon lain. “Kita masih merapatkan barisan di tim, untuk menetapkan langkah-langkah berikutnya,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjut Wakil Ketua DPRD Pamekasan ini, pihaknya melihat sudah sejak awal melihat KPU tidak independen dan sarat dengan kepentingan kelompok dan cenderung membela salah satu pasangan.
‘Silakan masyarakat bisa menilai sendiri dan biarkan masyarakat juga akan menyelesaikan dengan caranya sendiri-sendiri. Karena kita sudah didholimi oleh KPU,” pungkasnya. (tanziel/fauzi/karimatafm.com)
»»  READMORE...